Kejaksaan Tinggi Riau – Rapinews.com https://rapinews.com Presisi, Akurat dan Terpercaya Sat, 23 May 2026 06:43:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.3 https://rapinews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-logo2_21_131711-32x32.png Kejaksaan Tinggi Riau – Rapinews.com https://rapinews.com 32 32 Terungkap Fakta Persidangan Dana PI PT SPRH,Eks Bupati Rohil Disebut Terima 12 Miliyar https://rapinews.com/2026/05/23/terungkap-fakta-persidangan-dana-pi-pt-sprheks-bupati-rohil-disebut-terima-12-miliyar/ https://rapinews.com/2026/05/23/terungkap-fakta-persidangan-dana-pi-pt-sprheks-bupati-rohil-disebut-terima-12-miliyar/#respond Sat, 23 May 2026 06:43:35 +0000 https://rapinews.com/?p=8565

Dalil tersebut mengemuka dalam sidang korupsi, yang menghadirkan saksi Afizal Sintong atas sidang yang menjerat mantan Direktur Utama PT SPRH, Rahman yang digelar pada hari Kamis (21/5/2026). Dimana pada agenda persidangan di Pengadilan Tipikor itu, dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomi Jefisa mengungkap sejumlah pencairan dana PT SPRH tersebut.

JPU Tomi Jefisa mengatakan sejumlahan pencairan dana PT SPRH tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan politik Afrizal Sintong  kesaksian ini juga disampaikan oleh  saksi Sundari  bendahara PT SPRH  mengakui adanya penarikan dana Rp300 juta pada Agustus 2024, yang sebagian diantaranya itu untuk  pembayaran “baju Afrizal Sintong” di Jakarta senilai Rp50 juta.

Tidak hanya itu, pada Oktober 2024, dana Rp300 juta lagi dicairkan, dengan Rp35 juta diantaranya yaitu untuk tim IT yang dipakai mendukung pemenanganya Pilkada Bupati Rohil. Saksi juga menyebutkan, penyaluran Rp50 juta untuk kampanye Afrizal Sintong, ada diserahkan kepada Khairudin merupa Sekretaris PT SPRH.

Terkait hal itu, Afrizal Sintong membantah keras menerima aliran dana sebesar Rp12 miliar tersebut. “Tidak betul,” tegasnya saat diperiksa sebagai saksi.

JPU menyatakan akan mendalami semua keterangan saksi, termasuk kemungkinan menghadirkan pihak lain terlibat didalam aliran dana itu. Sidang ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi lain, yang termasuk sejumlah akademisi.

Foto : Persidangan Raman mantan Dirut PT.SPRH, menghadirkan saksi Afrizal Sintong Mantan Bupati Rokan Hilir 

Di tempat terpisah saat diminta tanggapanya Lembaga INPEST, minta Kejaksaan Tinggi Riau mendalami penyidikanya dan atas pengakuan para saksi tak mungkin mereka mengarang cerita dan bersaksi palsu sehingga kami meyakini bahwa para saksi berkata jujur, maka untuk itu kami dari lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi mendorong Hakim memerintahkan Jaksa untuk mendalami penyidikan sebab bila mana ada dua atau lebih saksi yang menyatakan maka bisa dijadikan saksi fakta yaitu melihat dan melakukan sesuai dengan pasal 184 KUHP.

Kami akan melakukan demo besar besaran di Kejati Riau agar mereka melakukan pemeriksaan secara transparan atas dugaan korupsi tersebut  dan juga  terhadap dana deviden 331 M yang tidak disentuh oleh penyidik kemana penggunaan dana deviden yang disetor ke Kas daerah pada tahun 2024 tersebut belum masuk dalam penyidikan Kejati Riau, sebut Ir.Ganda Mora.,SH.,M.Si selaku ketua Umum Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) kepada wartawan, Jum’at 22 Mei 2026 (Rls/Red).

]]>
https://rapinews.com/2026/05/23/terungkap-fakta-persidangan-dana-pi-pt-sprheks-bupati-rohil-disebut-terima-12-miliyar/feed/ 0
Massa Menduga Ada “Keterlibatan” Eks Bupati Rohil Pada Kasus Korupsi Dana PI PT SPRH https://rapinews.com/2026/05/12/massa-menduga-ada-keterlibatan-eks-bupati-rohil-pada-kasus-korupsi-dana-pi-pt-sprh/ https://rapinews.com/2026/05/12/massa-menduga-ada-keterlibatan-eks-bupati-rohil-pada-kasus-korupsi-dana-pi-pt-sprh/#respond Tue, 12 May 2026 14:19:01 +0000 https://rapinews.com/?p=8423 Rapinews.com,PEKANBARU–Gelombang desakan terhadap pengusutan dugaan korupsi dana Participation Interest (PI) PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) kembali menguat. Selasa (12/5/2026) siang, puluhan massa yang tergabung dalam Kelompok Tokoh Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Dalam aksinya, massa meminta Kejati Riau tidak berhenti pada pemeriksaan level teknis semata, tetapi memburu dan menangkap aktor utama yang diduga paling bertanggung jawab dalam dugaan korupsi dana PI tersebut.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membawa spanduk tuntutan dan bergantian menyampaikan orasi di depan pintu masuk kantor Kejati Riau.

Koordinator lapangan aksi, Amirullah dan Dakhyar, menegaskan bahwa masyarakat Rohil menginginkan penanganan perkara dilakukan secara terbuka dan menyentuh seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dana Participation Interest PT SPRH.

“Kami datang untuk menuntut keadilan. Dugaan korupsi dana PI PT SPRH ini harus dibuka seterang-terangnya. Jangan ada yang dilindungi,” tegas Amirullah di hadapan peserta aksi.

Dalam orasinya, Amirullah secara terbuka menyinggung peran mantan Bupati Rohil berinisial AS yang disebut memiliki posisi strategis dalam struktur pengawasan perusahaan daerah tersebut. Massa menilai adanya dugaan pembiaran akibat lemahnya evaluasi dan pengawasan terhadap penggunaan dana PI.

“Kalau pengawasan berjalan, tentu persoalan ini tidak akan menjadi sebesar sekarang. Ada evaluasi, ada monitoring, ada supervisi. Tapi faktanya dugaan penyimpangan ini justru mencuat ke publik,” ujarnya.

Menurut massa, dana Participation Interest yang seharusnya menjadi sumber peningkatan kesejahteraan daerah justru menimbulkan polemik besar karena dugaan penyalahgunaan dalam tata kelolanya.

Selain dugaan kelalaian pengawasan, massa juga menyoroti belum adanya aturan turunan berupa Peraturan Gubernur (Pergub) yang dinilai menjadi salah satu akar persoalan pengelolaan PI di tubuh PT SPRH.

“Itu yang menjadi muara persoalan. Ketika regulasi tidak jelas dan pengawasan lemah, maka ruang dugaan penyimpangan terbuka lebar,” kata Amirullah lagi.

Massa mendesak Kejati Riau segera memanggil seluruh pihak yang diduga mengetahui aliran maupun penggunaan dana tersebut. Mereka meminta proses hukum tidak tebang pilih dan dilakukan secara profesional.

Aksi yang berlangsung sekitar beberapa jam itu akhirnya ditutup dengan dialog antara perwakilan pengunjuk rasa dan pihak Kejati Riau di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pertemuan tersebut dihadiri Kasi Humas dan Penkum Kejati Riau, Zikrullah, bersama sejumlah staf lainnya.

Dalam dialog itu, perwakilan massa kembali menyampaikan tuntutan agar Kejati Riau serius menindaklanjuti dugaan korupsi dana PI PT SPRH hingga ke aktor intelektual yang dianggap paling bertanggung jawab.

Kasus dugaan korupsi dana Participation Interest PT SPRH sendiri belakangan menjadi perhatian publik di Riau. Masyarakat mendesak agar penegakan hukum dilakukan transparan demi memastikan dana strategis daerah tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu(Rls/Red).

]]>
https://rapinews.com/2026/05/12/massa-menduga-ada-keterlibatan-eks-bupati-rohil-pada-kasus-korupsi-dana-pi-pt-sprh/feed/ 0