Presiden RI – Rapinews.com https://rapinews.com Presisi, Akurat dan Terpercaya Wed, 07 Oct 2026 02:18:07 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.3 https://rapinews.com/wp-content/uploads/2026/03/cropped-logo2_21_131711-32x32.png Presiden RI – Rapinews.com https://rapinews.com 32 32 Kembali Selimuti Pekanbaru,PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Sistem Penanganan Sumber Asap https://rapinews.com/2026/10/07/kembali-selimuti-pekanbarupc-pmii-desak-pemerintah-perkuat-sistem-penanganan-sumber-asap/ https://rapinews.com/2026/10/07/kembali-selimuti-pekanbarupc-pmii-desak-pemerintah-perkuat-sistem-penanganan-sumber-asap/#respond Wed, 07 Oct 2026 02:18:07 +0000 https://rapinews.com/?p=9423 Rapinews.com,PEKANBARU— Kembalinya kabut asap dengan intensitas yang semakin terasa di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas fenomena musiman, sebab dampaknya menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

Pantauan kondisi udara pada Selasa (6/10/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Pekanbaru sempat mencapai 298,7 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB, yang masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut kemudian mengalami penurunan, namun kualitas udara masih berada pada tingkat yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Situasi ini turut berdampak terhadap sektor pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP pada 6–7 Oktober 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai memburuknya kualitas udara harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebijakan PJJ dan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan memang penting sebagai langkah mitigasi. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada penanganan dampak. Pemerintah juga harus memastikan sumber persoalan ditelusuri secara serius.

“Masyarakat membutuhkan udara yang sehat, bukan sekadar imbauan ketika kabut asap sudah menyelimuti kota. Pemerintah harus bekerja dari hulu sampai hilir, mulai dari memastikan sumber asap, melakukan pencegahan, sampai memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Gusti Pardamean Nasution.

PC PMII Kota Pekanbaru juga menyoroti informasi BMKG yang menyebutkan bahwa kondisi asap di Riau tidak hanya dipengaruhi oleh titik panas yang berada di wilayah Riau. Asap dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi turut berkontribusi karena kondisi angin dominan dari arah tenggara membawa partikel asap menuju wilayah Riau.

BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas di wilayah Riau, termasuk di Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap membutuhkan penanganan lintas wilayah dan koordinasi antarlembaga yang lebih kuat.

Gusti menegaskan, persoalan kabut asap harus ditempatkan sebagai persoalan publik yang membutuhkan kebijakan berbasis data, koordinasi kelembagaan, serta penegakan hukum yang konsisten apabila ditemukan adanya pelanggaran.

“Kita tidak ingin setiap tahun masyarakat kembali menghadapi persoalan yang sama, sementara penyelesaiannya hanya bersifat reaktif. Kalau ada aktivitas yang terbukti menjadi sumber pencemaran dan melanggar ketentuan, maka harus ada proses hukum yang transparan dan tegas,” tegasnya.

PC PMII Kota Pekanbaru juga mendorong pemerintah daerah bersama kepolisian, TNI, BPBD, DLHK, BMKG, serta instansi terkait untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap titik panas maupun potensi kebakaran lahan.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara dapat disampaikan secara terbuka, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan diri berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Bagi PC PMII Kota Pekanbaru, keselamatan masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan penanganan kabut asap. Kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, harus memperoleh perlindungan yang memadai.

PMII Kota Pekanbaru berpandangan bahwa udara bersih bukan sekadar kebutuhan ekologis, tetapi merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

Karena itu, PC PMII Kota Pekanbaru meminta pemerintah tidak menjadikan kabut asap sebagai persoalan yang hanya diselesaikan ketika situasi sudah memburuk. Pencegahan, pengawasan, transparansi informasi, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan harus berjalan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan dari persoalan yang berulang. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang terukur, berbasis data, dan berpihak pada keselamatan publik. Kabut asap hari ini harus menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar berita yang berulang setiap tahun,” tutup Gusti Pardamean Nasution.(Rls/Red).***

 

Sumber : PC PMII Pekanbaru.

]]>
https://rapinews.com/2026/10/07/kembali-selimuti-pekanbarupc-pmii-desak-pemerintah-perkuat-sistem-penanganan-sumber-asap/feed/ 0
Sambut Kedatangan Menteri Lingkungan Hidup, Bupati Kampar Serahkan Proposal Lingkungan https://rapinews.com/2026/08/22/sambut-kedatangan-menteri-lingkungan-hidup-bupati-kampar-serahkan-proposal-lingkungan/ https://rapinews.com/2026/08/22/sambut-kedatangan-menteri-lingkungan-hidup-bupati-kampar-serahkan-proposal-lingkungan/#respond Sat, 22 Aug 2026 12:27:39 +0000 https://rapinews.com/?p=9122 Rapinews.com,Bangkinang Kota – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. menyambut langsung kedatangan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Muhammad Jumhur Hidayat, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kampar, tepatnya di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang Sabtu (21/8/2026). Kunjungan ini di tandai dengan penanam pohon oleh Menteri Lingkungan Hidup RI dan Bupati Kampar di Lingkungan Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kampar dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kalangan akademisi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT) Prof. Dr. Amir Lutfi, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup RI, unsur Forkopimda Kabupaten Kampar, jajaran akademisi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Momen kunjungan tersebut tidak disia-siakan oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar. Pada kesempatan itu, Bupati secara langsung menyerahkan proposal bidang lingkungan kepada Menteri Lingkungan Hidup RI sebagai bentuk komitmen sekaligus harapan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat dalam upaya pelestarian dan penanganan berbagai persoalan lingkungan di daerah.

Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup RI Muhammad Jumhur Hidayat menyampaikan rasa bahagia atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kampar dan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

Ia juga menyatakan kesiapan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan, termasuk melalui keberadaan Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

“Kami siap memberikan dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Hal ini tentu tidak terlepas dari kesungguhan dan dukungan pemerintah serta seluruh pihak, sehingga kebun raya ini dapat terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup.

Terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan, Menteri Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa secara umum kondisi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau saat ini semakin membaik dan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Secara umum kondisi kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah semakin membaik dan berkurang drastis. Tentunya ini harus terus kita jaga bersama melalui kolaborasi dan langkah nyata dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI ke Kabupaten Kampar.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum yang sangat tepat bagi Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menyampaikan secara langsung berbagai kondisi dan persoalan lingkungan yang dihadapi daerah kepada pemerintah pusat.

“Selamat datang di Kabupaten Kampar. Kami sangat bangga atas kunjungan Bapak Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia ke Kabupaten Kampar. Ini tentunya menjadi momentum yang tepat bagi kami untuk menyampaikan secara langsung kondisi dan persoalan lingkungan yang ada di daerah,” kata Ahmad Yuzar.

Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan dan pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang dinilai menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Kampar.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian lingkungan melalui Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Ini merupakan salah satu kebun raya yang dimiliki oleh sebuah universitas di Indonesia dan tentunya sangat membanggakan bagi Kabupaten Kampar,” tambahnya.

Ahmad Yuzar menegaskan bahwa kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI sangat penting, tidak hanya untuk melihat langsung perkembangan upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Kampar, tetapi juga dalam rangka memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian di Provinsi Riau.

“Kunjungan ini tentu sangat penting bagi Kabupaten Kampar. Selain dapat mendengar langsung arahan dan kebijakan pemerintah pusat terkait lingkungan, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya melihat dan meninjau kondisi kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik di Riau,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Prof. Dr. Amir Lutfi menyatakan bahwa kunjungan Menteri Lingkungan Hidup RI merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kehormatan bagi seluruh civitas akademika UPTT.

Ia menjelaskan bahwa Universitas Pahlawan memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan. Saat ini terdapat Taman Kehati seluas 10 hektare, Kebun Raya seluas 30 hektare, serta kawasan preservasi yang mencapai sekitar 2.900 hektare.

“Kehadiran Bapak Menteri merupakan sebuah kehormatan sekaligus penguatan terhadap komitmen kami dalam menjaga lingkungan. Ini merupakan tanggung jawab yang terus kami laksanakan sebagai institusi pendidikan,” ujar Amir Lutfi.

Ia menambahkan, UPTT terus menginisiasi berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk pengembangan kawasan konservasi dan pengelolaan kebun raya. Atas komitmen tersebut, UPTT telah memperoleh penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai salah satu universitas yang memiliki dan mengembangkan kebun raya.

“Program kami adalah menjaga lingkungan sejalan dengan program pemerintah, salah satunya melalui gerakan penanaman sejuta pohon. Awalnya kami membangun wilayah konservasi yang berkelanjutan, kemudian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan BRIN hingga akhirnya lahirlah Kebun Raya,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Amir Lutfi, Kebun Raya UPTT telah dikelola dengan luas sekitar 30 hektare dan ditargetkan akan terus dikembangkan hingga mencapai 100 hektare.

Kebun Raya tersebut memiliki berbagai fungsi strategis, mulai dari pelestarian lingkungan, sarana edukasi, penelitian, wisata alam, hingga penyelamatan dan pelestarian kekayaan serta keanekaragaman hayati.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai juga akan menggelar Simposium Lingkungan Internasional pada 8 Oktober 2026 mendatang yang direncanakan diikuti peserta dan akademisi dari empat benua.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga keselamatan lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati serta mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.

Pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, kolaborasi dan sinergi menjadi kunci bersama dalam menjaga keanekaragaman serta kekayaan hayati Indonesia, khususnya di Kabupaten Kampar.***

]]>
https://rapinews.com/2026/08/22/sambut-kedatangan-menteri-lingkungan-hidup-bupati-kampar-serahkan-proposal-lingkungan/feed/ 0