
Rapinews.com,KAMPAR – Sejumlah masyarakat yang mengaku berasal dari kawasan AWR menyampaikan kekecewaan mereka terhadap sosok Mayor Anka yang sebelumnya dikenal sebagai pihak yang dinilai membela kepentingan masyarakat yang berkebun di kawasan tersebut.
Menurut mereka, sikap Mayor Anka kini dinilai berubah. Mereka mengklaim bahwa yang bersangkutan diduga ikut terlibat dalam upaya penekanan dan intimidasi terhadap petani serta pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan AWR.
Beberapa warga mengaku merasa tertekan karena adanya tindakan yang dinilai mengarah pada pembatasan kebebasan mereka dalam menjual hasil panen tandan buah segar (TBS). Mereka berharap tidak ada pihak yang menggunakan pengaruh atau kewenangannya untuk menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Sejumlah masyarakat juga mengaku kecewa karena Mayor Anka, yang sebelumnya dinilai berpihak kepada warga, kini disebut-sebut ikut mengarahkan dan mengatur tata niaga penjualan tandan buah segar (TBS) hasil perkebunan di kawasan AWR.
Mereka mengaku, diarahkan agar hasil panennya dijual melalui satu pintu ke peron KJB yang disebut-sebut terkait dengan Pebriyan Winaldi. Warga menilai kondisi tersebut telah membatasi kebebasan petani dalam menentukan tempat penjualan hasil panennya.
“Kami kecewa. Dulu beliau berdiri bersama masyarakat, sekarang kami merasa justru ditekan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta pimpinan Lanud Roesmin Nurjadin untuk mengambil sikap tegas dengan melakukan penelusuran terhadap dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam polemik yang terjadi di tengah masyarakat. Menurut warga, persoalan ini telah menyangkut kepentingan banyak petani dan berpotensi menimbulkan keresahan apabila tidak segera diselesaikan secara objektif dan transparan.
Masyarakat berharap setiap aparat yang bertugas tetap menjaga netralitas, mengedepankan pendekatan persuasif, serta tidak melakukan tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk tekanan atau intimidasi terhadap warga.
Atas kondisi tersebut, masyarakat sekitar kawasan tersebut meminta pimpinan Lanud Roesmin Nurjadin untuk mengambil sikap tegas dengan melakukan penelusuran terhadap dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam polemik tersebut. Menurut mereka, persoalan ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menyangkut kepentingan banyak petani yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan sawit.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan atau tanggapan resmi dari Mayor Anka maupun pihak Lanud Roesmin Nurjadin terkait tudingan yang disampaikan oleh sejumlah masyarakat tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers(Red).
Sumber : Masyarakat kawasan AWR
# Tag Tekait



activity comment community company Danrem 031 Wira Bima Dirlantas Polda Riau Disperindag kota Pekanbaru provinsi Riau Ditjenpas Riau Ditlantas Polda Riau DPD KNPI Riau DPRD Pekanbaru goverment Kajari Pekanbaru Kajati Riau Kakorlantas Polri Kanwil Ditjenpas Riau Kapolda Riau Kapolri Ketua KNPI Provinsi Riau Ketum DPP GARAPAN Lapas Kelas II A Pekanbaru Lapas Narkoba Rumbai Lapas Narkotika Rumbai Mabes Polri Mabes TNI market moving Pangdam XIX Tuanku Tambusai PC PMII Pekanbaru Pemerintah Kota Pekanbaru Pemerintah Provinsi Riau Pemkab Kampar Pemko Pekanbaru Pemprov Riau people Polda Riau Polresta Pekanbaru popular PT Hutama Karya PT Musimas PUPR Riau Riau security trade winner



Tidak ada komentar